Rabu, 30 September 2009

Menangislah..

Assalamu'alaikum warhmatullohi wabarokatuh,

Saudaraku yang dirahmati Allah, tak terasa Ramadhan telah berakhir 11 hari yang lalu, marilah kita lengkapi Ramadhan kemarin dengan mengejar niat apa yang belum kita selesai, semoga bermanfaat.

Saudaraku menangislah,Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubarimu. Bahwa Ramadhan sudah bergegas berakhir 11 hari yang lalu. Dan tadarus Qur'anmu tak juga beranjak pada juz empat, jika itu adalah ungkapan penyesalanmu, jika itu merupakan awal tekadmu untuk menyempurnakannya dan qiyamul lailmu yang centang perenang (ah, pasti kamu masih ingat obrolan tadi siang ketika dengan senyum manisnya teman seruanganmu berucap, "alhamdulillah puasa dan tarawihku tidak bolong. " dan kamu merasa ada malaikat yang menjauh darimu dan pindah padanya. Kamu merasa sendiri, terasing.)

Menangislah,Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. Bahwa ada satu hamba Allah yang bodoh, lalai, sombong lagi terlena. Yang katanya berdoa sejak dua bulan sebelum Ramadhan, yang katanya berlatih puasa semenjak rajab, yang katanya rajin mengikuti taklim tarhib Ramadhan, tapi..., tapi sampai puasa berakhir masih juga menggunjingkan kekhilafan teman seruanganmu, masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan, tak juga menambah ibadah sunnah........ Bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.

Menangislah, lebih keras...Allah tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, apakah kamu masih disertakan, sedangkan Ramadhan sekarang tak kau selesaikan dengan baik. Tak ada yang dapat menjamin usiamu sampai untuk Ramadhan tahun esok, sedang Ramadhan ini tersia-siakan.

Menangislah untuk Ramadhan yang telah hilang, bersama nostalgia yang terus tumbuh bersama usiamu. Setengah sadar menatap hidangan saat sahur, kolak-es buah yang tersaji saat berbuka, menyusuri gang sempit saat tadarus keliling, petasan dan kembang api yang disulut usai subuh. Ramadhan yang selalu membuka ingatan masa kecilmu dan terus terulang mengisi tahun-tahun kedewasaanmu.. .

Menangislah,Untuk dosa-dosa yang belum juga diampuni, tapi kamu masih juga menambahnya dengan dosa dosa yang terbaru. Berapa kali kamu sholat taubat, tetapi tak lama kemudian ada saja kelalaian yang kamu buat? Kamu bilang tak sengaja? Tapi mengapa berulang dan tak juga kamu mengambil pelajaran? Syarat taubatan nasuha adalah bertekad untuk tidak akan mengulanginya lagi dan bukannya bertobat sambil berucap 'kalau kejadian lagi, yaa taubat lagi'...

Menangislah.Dan tuntaskanlah semuanya di sini, malam ini juga. Karena besok waktu akan bergerak makin cepat, Ramadhan akan semakin menjauh. Tahu-tahu sudah sebelas hari berakhir dan saat itu kamu juga tidak bersiap untuk itikaf. Dan lembar-lembar quran menunggu untuk dikhatamkan. Dan keping-lembar mata uang yang telah lama menunggu untuk disalurkan. Dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali....... dan bertekadlah kamu untuk merampungkan semua kekurangan itu di tahun yang akan datang jika Allah masih berkenan memperpanjang usiamu..

Wassalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh,

(Yg sedang berkaca2 nahan tangis....sambil ngedengerin surat Arrahmah yg baru didownld kmrn mlm dr hpnya si bungsu...jazakumullah ya bungsu)

( From liqolaki mailinglist....used by permission)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar